Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.
Surat At Taubah ayat 72
Bagi Islam dan agama samawi lainnya, keberadaan Surga selalu di gambarkan sebagai taman yang indah, dan inilah tempat manusia yang berbuat baik akan kembali.
Taman disebutkan dalam Al-Qur’an untuk mewakili visi surga. Disebutkan bahwa orang-orang beriman akan tinggal di “taman-taman yang mengalir di bawahnya sungai-sungai” (Qur’an 9:72).
Al-Qur’an menyebutkan surga berisi empat sungai: madu, anggur, air, dan susu; hal ini menyebabkan asosiasi salah tafsir umum dari empat saluran air aksial desain charbagh semata-mata dengan surga. [1]
Konsep Taman Islami mengadopsi lanskap tanah hamparan yang didalamnya mencakup tema air dan tumbuhan.
Desain arsitektur Taman dalam Islam yang paling mudah dikenali terlihat pada tata letak segi empat charbagh (atau chahār bagh ), terdiri dari empat kuadran yang paling sering dibagi oleh saluran air atau jalan setapak, yang memiliki banyak bentuk. [2]
Hal ini berbeda dengan taman Inggris yang lekat dengan budaya Nasrani, dirancang untuk berjalan
Taman Islami lebih dekat dengan konsep taman Hindu yang di peruntukkan untuk istirahat, refleksi, dan kontemplasi.
Disinilah ruang bagi umat muslim untuk berkontemplasi (merenung) serta melakukan intropeksi diri dalam perilaku dan tindak tanduk saat menjalani kehidupan duniawi.
Fokus utama dari taman Islami adalah untuk memberikan pengalaman indrawi, menguatkan intuisi yang dicapai melalui penggunaan air (instrumen tetesan / gemericik air) serta dan tanaman aromatik.
Air di taman melambangkan Kausar, danau sucidi surga, dan hanya orang benar yang berhak minum. Air melambangkan kebajikan Tuhan kepada umat-Nya, kebutuhan untuk bertahan hidup. [3]
Hujan dan air juga terkait erat dengan rahmat Allah dalam Al-Qur’an. [4] Sebaliknya, air dapat dilihat sebagai hukuman dari Tuhan melalui banjir dan bencana alam lainnya. [3]
Taman, dalam Islam secara khusus pernah di bahas oleh Emma Clark [4], dalam bukunya berjudul The Art of the Islamic Garden
Ketertarikan Emma terhadap penataan taman sesuai dengan konsep Alquran berawal dari feno mena peningkatan suhu global yang mulai melanda kawasan Eropa Utara. [5]
Bencana Iklim yang di tandai dengan kenaikan suhu ekstrim melanda kawasan Eropa Utara ini telah mengusik rasa kepeduliannya sebagai seorang arsitek taman untuk mendesain sebuah taman yang dapat mengurangi dampak pemanasan global.
Berawal dari situlah, ia melakukan sejumlah penelitian hingga menemukan fakta bahwa konsep taman yang dikembangkan oleh para arsitektur Muslim pada masa kekhalifah an Islam ternyata sangat ramah lingkungan
Konsep ini kemudian ia jadikan referensi solutif untuk mengatasi peningkatan suhu global yang mulai melanda sejumlah tempat di muka bumi.
Hasil penelitiannya itu kemudian dituangkan dalam sejumlah konsep taman di Inggris. Konsep taman Islam dalam penelitian Emma ini pun banyak diminati di negara-negara di luar Inggris.
Dan, sejak saat itu namanya dikenal luas sebagai arsitek spesialis taman Islam.
Berdasarkan konsep Islam, pohon yang ada di dalam taman idealnya ditanam secara selang-seling antara pohon cemara dan pohon buah-buahan. Untuk pohon buah, pohon almond, cherry, apel, pir, atau pohon plum. [4]
Sementara itu Susan Jellicoe dalam bukunya berjudul “A List of Plants”. The Islamic Garden. [6] mencatat nama-nama Tumbuhan dalam Taman Islami :
- Hollyhock ( Althaea )
- Nanas ( Ananas comosus )
- Nangka ( Artocarpus integrifolia )
- Quince ( Cydonia oblonga )
- Bunga kembang sepatu ( Hibiscus rosa sinensis )
- Eceng Gondok ( Hyacinthus )
- Iris ( Iris )
- Melati ( Jasminum auriculatum )
- Apel ( Malus )
- Oleander ( Nerium )
- Teratai ( Nymphaea )
- Kurma ( Phoenix dactilifera )
- Aprikot ( Prunus armenaica )
- Delima ( Punica granatum )
- Mawar ( Rosa glandifulera )
Jenis pohon buah yang akan ditanam, juga bisa saja disesuaikan dengan iklim daerah setempat. Misalnya di Inggris, bisa saja jenis pohon buah yang ditanam adalah buah murbei. [4]
Ada empat jenis pohon yang banyak dijumpai di taman Islami [4], yakni ara, zaitun, delima, dan kurma.
Konsep taman Islami juga di adopsi oleh Emma [5] pada kediaman pribadi Pangeran Charles di Highgrove, Gloucestershire yang menggunakan tiga dari empat jenis pohon yang banyak disebut dalam Alquran itu.
Emma menggunakan pohon ara, zaitun, dan delima untuk taman di kediaman Pangeran Charles [5]
Ia pun memaparkan bahwa konsep taman dalam Islam hendaknya memiliki elemen air di dalam taman, berupa keran-keran air yang dalam konsep Islam berfungsi sarana untuk berwudhu atau bersuci.
Selain itu, juga terdapat keran air khusus yang berfungsi sebagai focalpoint pada taman utama, yang dapat memancarkan air sewaktu-waktu.
Keberadaan sebuah taman dalam Islam juga menjadi suatu simbol bagi keterbukaan. [5] Sebab taman berfungsi sebagai open space (ruang terbuka).
Untuk itu, penanaman vegetasi pada buffer area (ruang penyangga) menggunakan tanaman yang bersifat tembus pandang (tidak terlalu rapat).
Konsep Taman Islami kini bisa di lihat di Al-Azhar di Kairo, Taman ini dibuka pada tahun 2005 di Bukit Darassa. [7]
“Taman Al Azhar ini adalah “lanskap yang luar biasa serta menghadirkan sekaligus membangkitkan taman Islam bersejarah dalam geometrinya yang kuat, tempat tidur taman cekung, batu polikromatik gaya Mamluk , saluran air aksial, dan air mancur bermain, semuanya ditafsirkan dalam desain modern yang tenang.” ~ D. Fairchild Ruggles ~
Sebagai taman modern, dibangun sebagai bagian dari skema perkotaan yang lebih besar, dirancang untuk melayani komunitas terdekatnya. [7]
Referensi
- Ansari, Nazia (2011). “The Islamic Garden”
- Ruggles, D. Fairchild. The Encyclopaedia of Islam Three (3rd ed.). Brill. p. Garden Form and Variety.
- Rivers of paradise : water in Islamic art and culture. Blair, Sheila., Bloom, Jonathan (Jonathan M.), Biennial Hamad bin Khalifa Symposium on Islamic Art and Culture (2nd : 2007 : Dawḥah, Qatar). New Haven: Yale University Press. 2009. ISBN 9780300158991.
- Clark, Emma. “The Symbolism of the Islamic Garden « Islamic Arts and Architecture”. Islamic Arts and Architecture.
- Agung Sasongko, Konsep Taman Sesuai Alquran, Republika, 26 November 2022
- Jellicoe, Susan (1976). “Daftar Tumbuhan”. Taman Islami . Washington, DC: Dumbarton Oaks. hlm. 131–135.
- Ruggles, D. Fairchild. Islamic Gardens and Landscapes. University of Pennsylvania Press, 2008, p. 168.